Monday, April 6, 2009

Huan Zhu Ge Ge I

a.k.a Princess Returning Pearl / My Fair Princess / Princess Pearl - 1998 - 24 Episodes





























HUAN ZHU GE GE SEASON I

Berawal ketika Xiao Yan Zi bertemu Xia Zi Wei dan dayangnya, Jin Suo, yang telah melakukan perjalanan jauh untuk bertemu sang ayah, yang ternyata seorang Kaisar. Dengan bantuan Xiao Yan Zi, mereka menyelinap masuk ke sebuah padang rumput di balik gunung dimana Kaisar sedang berburu, namun di tengah jalan Zi Wei menyerah karena tak sanggup mendaki gunung, dan meminta Xiao Yan Zi untuk memberitahu Kaisar apa yang telah diceritakan Zi Wei selama ini. Malangnya Xiao Yan Zi terkena panah Pangeran ke 5 (Wu A Ge) dan pingsan sebelum selesai menjelaskan maksudnya masuk ke medan perburuan. Akhirnya terjadi kesalahpahaman, Kaisar salah mengangkat putri, Xiao Yan Zi menjadi Huan Zhu Ge Ge, sementara Zi Wei menangis di luar gerbang istana.

Di sini dimulailah usaha Xiao Yan Zi untuk mengembalikan status putri pada Zi Wei, dengan bantuan Wu A Ge dan keluarga Fu, Zi Wei masuk istana sebagai dayang Xiao Yan Zi. Mendengar kabar Kaisar terpesona oleh kepandaian Zi Wei, dan akan mengangkatnya menjadi selir, Xiao Yan Zi tanpa pikir panjang mengungkap kenyataan bahwa Zi Wei adalah putri yang sebenarnya, akhirnya 3 gadis itu dipenjara dan terancam hukuman penggal karena telah membohongi Kaisar. Sempat Wu A Ge dan dua putra keluarga Fu (Fu Erl Kang & Fu Erl Tai) menyelamatkan dan membawa kabur Xiao Yan Zi, Zi Wei, dan Jin Suo, namun pulang kembali ke istana, menghadap kaisar dan mengaku bersalah. Di luar dugaan, Sang Kaisar justru mengampuni mereka, dan Xiao Yan Zi tetap menjadi Huan Zhu Ge Ge (Putri Mutiara) dan dijodohkan dengan Wu A Ge, sedang Zi Wei diangkat menjadi Ming Zhu Ge Ge (Putri Manik) dan dijodohkan dengan Fu Erl Kang.
































Cast :
  • Vicki Zhao as Xiao Yan Zi
  • Ruby Lin as Xia Ziwei
  • Alec Su as Yong Qi / Wu A Ge
  • Zhou Jie as Fu Erkang
  • Zhang Tie Lin as Emperor Qianlong
  • Fan Bing Bing as Jin Suo
  • Dai Chun Rong as Empress
  • Li Ming Qi as Rong Mo Mo
  • Juan Zi as Concubine Ling
  • Miao Hai Zhong as Sai Wei

Read More......

Friday, April 3, 2009

Obat Flu Pemicu Stroke

Barusan dapat info via Yahoo! Messenger yang cukup mencengangkan!!!
"Phenylpropanolamine" adalah obat influensa (decongestant) yang sejak 1 Maret ini oleh Badan pengawasan Obat & Pangan Amerika (FDA) ditarik dari peredarannya karena terbukti dapat menyebabkan STROKE di OTAK sebagai dampak sampingnya. Di Indonesia terdapat kira kira 100 obat obatan yang mengandung Phenylpropanolamine & sering dipakai oleh masyarakat. Obat obat itu antara lain : Decolgen, Decolsin, Sinutab, Allerin, Bodrexin, Contac 500, Cosyr (terutama untuk anak anak), Flucyl, Fludane, Flugesic, Inza, Komix, Mixaflu, Mixagrip, Nalgestan, Neozep forte Nodrof, Paratusin,Procold, Rhinopront, Rhinotussal, Sanaflu, Siladex, Stopcold, Triaminic drops (untuk anak anak), Tusalgin.

Pdpersi, Jakarta - Polemik seputar obat flu yang mengandung Phenylpropanolamine (PPA) masih menggelinding. Padahal, hasil rapat Komisi Nasional Penilai Obat Jadi (Komnas POJ) memutuskan, penggunaan PPA dalam obat flu dan batuk dengan dosis kurang dari 75 mg per hari, menurut analisis statistik Yale Study dinyatakan aman untuk dekongestan hidung. Namun, untuk lebih menjamin perlindungan bagi kesehatan konsumen, industri farmasi harus menurunkan dosis maksimal PPA per takaran menjadi 15 mg, dengan dosis maksimal per hari 60 mg.

Keputusan itu disiarkan dalam press release Depkes dan Kesos yang diterima pdpersi.co.id, Kamis (7/12). Dalam realease yang ditanda tangani Dirjen POM Drs Sampurno MBA pada 5 Desember 2000 itu disebutkan pula, industri farmasi diberi kesempatan mengurangi dosis dalam jangka waktu empat bulan.

Namun Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) Dr Marius Widjajarta yang dihubungi pdpersi.co.id via telepon mengatakan, sebaiknya obat-obatan yang mengandung PPA ditarik sementara, lalu ditinjau kembali apakah boleh beredar atau tidak. "Waktu empat bulan untuk industri farmasi, sama saja dengan menunggu obat-obatan yang mengandung PPA di pasaran itu habis," kata Marius.

Marius menambahkan, di negara sebesar Indonesia seharusnya ada suatu badan yang betul-betul mengawasi keamanan mengkonsumsi obat. “Kita belum punya itu! Yang saya maksud bukan POM yang ada sekarang, karena mereka lebih bersifat sebagai pengregisteran obat dan makanan saja,” keluh Marius.

Yang lebih penting, tukas Marius, adanya key informasi di FDA. “Apakah obat yang mengandung PPA masih bisa dikonsumsi atau tidak?” ujar Martius. Sebab, lanjutnya, alasan dari pejabat POM selalu berkutat pada dosis. “Mereka (pejabat POM-red) selalu berargumentasi, dosis di luar negeri kan lebih tinggi dari dosis di negara kita,” tiru Marius.

Dalam Press release itu Sampurno menyebutkan, parameter untuk menghitung risiko dan keamanan obat (Odds Ratio/OR) pada Yale Study, dosis PPA dibawah 75 mg adalah 1,01. Nilai OR 1,01 itu berarti, risiko kejadian efek samping penggunaan produk obat PPA dibandingkan non penggunaan PPA adalah sama.

Karena itu, PPA praktis cukup aman dipergunakan sebagai obat flu dan batuk, dengan dosis di bawah 75 mg per hari. Walau demikian, Sampurno menegaskan, pada kemasan produk obat flu dan batuk yang mengandung PPA harus dicantumkan peringatan (Box Warning) yang jelas, beserta implementasinya yang ketat.

Belum Ada Penelitian Epidemiologi

Sebelumnya, Sampurno pernah mengatakan, masyarakat Indonesia tak perlu khawatir atas keamanan produk obat yang mengandung PPA (Cakrawala, 4/12). Pasalnya, di Indonesia, PPA hanya digunakan dalam obat flu dan batuk sebagai nasal dekongestan (melapangkan hidung tersumbat). Bukan sebagai obat penekan nafsu makan.

Menurut Sampurno, bila digunakan sebagai campuran obat penurun berat badan, penggunaan PPA memang harus ekstra hati-hati. Tapi, kalau digunakan sebagai obat flu dan batuk, PPA cukup aman. Buktinya, Indonesia tidak pernah menerima laporan efek samping hemorrhagic stroke (perdarahan otak), yang berkaitan dengan penggunaan PPA.

Namun Dr Jusuf Misbach SpS dari Kelompok Studi Stroke FKUI/RSCM menyatakan, di Indonesia belum ada penelitian epidemiologi tentang stroke. Yang ada barulah follow up atau case control study, misalnya berapa jumlah penderita stroke dalam sekian tahun. “Untuk mengetahui pasien stroke akibat kebanyakan minum obat yang mengandung PPA itu susah, karena faktor risiko stroke banyak,” ulas Jusuf.

Berikut daftar obat jadi yang mengandung PPA lebih besar dari 15 mg pertakaran; (Sumber Ditjen Pengawasan Obat dan Makanan)

No. Nama Obat /Bentuk Sediaan /Nama Pabrik
1 Abdi Cold /Tablet /Tunggal Idaman
2 Abtudryl /Tablet/ Tunggal Idaman
3 Afiflu /Kaplet /Afi Farma
4 Avarin/ Tablet/ Harsen
5 Bestocol /Tablet /Tanabe Abadi
6 Caspol/ Tablet/ Hexpharm
7 Colza /Sirup /Bintang Tujuh
8 Combiflu/ Kaplet/ Combiphar
9 Contac-500/ Kaptab /Pharos
10 Contrex /Tablet/ SupraFerbindo
11 Cough En Exp/ Sirup /Metiska
12 Decold Forte /Tablet/ Harsen
13 Decotan /Tablet/ Ifars
14 DextralForte/ Kapsul/ Molex Ayus
15 Diakaf /Tablet /Mega Esa Farma
16 Duribenza/ Kapsul/ Takeda
17 Farnirex /Kaptab /Ifars
18 Flucella /Tablet/ Rocella
19 Fludexin /Tablet /Dexa Medica
20 Flugan New /Kaplet/ Saka Farma
21 Flugesic /Tablet /Ikapharmindo
22 Flunax /Kaplet/ Graha Farma
23 Flupac /Kaplet/ Lapi
24 Flupas /Kaplet/ Gratia
25 FlutarnolPlus /Kapsul/ Pyridam
26 Fluvit C /Tablet/ Rocella
27 Fluzine /Serbuk /Konimex
28 Fortaflu/ Kaplet /Soho
29 GuaKamling-600 /Kapsul /Universal
30 Hisfamin/ Sirup/ Sanbe Farma
31 Intunal Forte /Tablet/ Moeprofarm
32 Inza/ Tablet/ Konimex
33 Lacoldin /Tablet/ Lapi
34 Metakom/ Sirup /Meta Ratna Farma
35 Mixagrip /Kaplet/ Dankos
36 Neo Novapon /Tablet/ Tanabe
37 Neozep Fortre /Tablet/ Medifarma
38 Nodrof /Kaplet SLS/ Tempo Scan Pasifik
39 Pilexal /Tablet/ Pharmac Apex
40 Procold/ Tablet/ Kalbe Farma
41 Ramaflu /Tablet/ Rama Farma
42 Rhinergal /Tablet /Novartis
43 Rhinodec/ Kapsul LMB/ Medifarma
44 Rhinopront /Sirup/ Pfizer
45 Rhinotussal /Sirup /Kimia Farma
46 Sanaflu /Kaplet /Sanbe Farma
47 Sinutab /Tablet/ Warner Lambert
48 Stop Cold/ Tablet/ Darya Varia
49 Teraflu /Kaplet/ Rama Farma
50 Tuseran Forte /Kapsul/ Medifarma
51 Tuzalos /Kaplet /Sanbe Farma
52 Tecoruin Forte /Tablet/ Femidco
53 Triaminic /Drops/ Novartis
54 Ultraflu /Kaplet /Henson Farma
55 Zanflu /Sirup/ Bufa Aneka

Jadi kesimpulannya kita harus hati-hati dalam memilih obat untuk keluarga, karena notabene obat obat yang disebutkan di atas adalah obat yang sejak dulu terjual bebas dan telah membudaya, kenapa BP POM tidak menarik obat obat yang berbahaya? padahal artikel itu muncul tahun 2000, dan kutipan pendek dari Yahoo! Messenger kurang jelas 1 Maret tahun berapa?

sumber : http://pusdiknakes.or.id/persinew/?show=detailnews&kode=388&tbl=cakrawala

Read More......

Wednesday, April 1, 2009

kata manusia biasa

Hari senja sang nenek

senja sore itu...
seorang nenek duduk di tengah jalan
di bawah pohon tak berdaun
tertunduk lesu, menatap kosong
mata layu dan kulitnya keriput
tampak kusam tersorot surya

yaaa..kasian sekali dia
mengharap belas kasih, ulur tangan sang dermawan
nenek.......
kenapa di usia senjamu, tiada keluarga yang merawat
mengasihimu, menyayangimu..
nenek yang malang...
satu dari sekian ribu lansia terlantar
tak berdaya di jalan, menatap kosong
menanti harapan yang tak kunjung datang
menanti anak yang hilang

nenek..
mungkinkah hari esok lebih baik???


Aku untuk Ibuku

Aku rela asal Ibuku bahagia

Ibuku cahayaku
Ibuku penuntun hidupku

kau lahirkan aku ke dunia ini
jerit sakit tak kau pedulikan
ibuuu...
hingga aku besar
aku tak bisa berdiri tegak
aku malu ibu

maaf ibu..
banyak ketidakberdayaan yang kumiliki
aku tak bisa buat mu bahagia
aku selalu buat kau susah
sering kali kau menangis meratapiku

Ibu...
aku ingat selalu
tujuan hidupku
tak lain adalah agar ibuku bahagia...

Read More......